Sandiwara Keji Terbongkar! Ibu Pembunuh Ditangkap Setelah Pura-Pura Temukan Jasad Anaknya

Sebuah kasus pembunuhan anak kandung yang sangat tragis terungkap di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Seorang ibu pembunuh ditangkap oleh aparat kepolisian setelah sandiwara yang ia lakukan untuk menutupi kejahatannya terbongkar. Ibu pembunuh tersebut sebelumnya melaporkan kehilangan anaknya, namun kemudian berpura-pura menemukan jasad sang buah hati untuk mengelabui petugas. Namun, penyelidikan mendalam akhirnya mengungkap keterlibatannya dalam kematian tragis anaknya.

Peristiwa bermula ketika seorang wanita bernama Siti Aminah (35 tahun) melaporkan kehilangan anak laki-lakinya yang berusia lima tahun, bernama Raka, pada Kamis, 17 April 2025. Setelah beberapa hari dilakukan pencarian oleh warga dan pihak kepolisian, Siti Aminah kemudian “menemukan” jasad Raka di sebuah kebun kosong tidak jauh dari rumah mereka pada Minggu pagi, 20 April 2025. Namun, kejanggalan dalam penemuan tersebut dan luka-luka yang terdapat pada tubuh korban menimbulkan kecurigaan pihak kepolisian.

Tim forensik Polres Malang segera melakukan visum et repertum terhadap jasad korban. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka-luka yang tidak wajar dan mengarah pada tindak kekerasan. Berdasarkan bukti-bukti forensik dan keterangan sejumlah saksi, termasuk tetangga dan kerabat, kecurigaan semakin mengarah kepada Siti Aminah, sang ibu pembunuh. Setelah dilakukan interogasi intensif, Siti Aminah akhirnya mengakui perbuatan kejinya, yaitu telah membunuh anak kandungnya sendiri beberapa hari sebelum melaporkan kehilangan.

Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, S.I.K., M.H., dalam konferensi pers yang digelar pada Senin siang, 21 April 2025, membenarkan penangkapan ibu pembunuh tersebut. “Kami berhasil mengungkap kasus pembunuhan anak kandung yang dilakukan oleh ibunya sendiri. Tersangka SA awalnya melaporkan kehilangan anaknya, namun kemudian berpura-pura menemukan jasad korban. Berdasarkan penyelidikan dan bukti-bukti yang ada, kami menetapkan SA sebagai tersangka ibu pembunuh. Motif pelaku melakukan tindakan keji ini masih dalam pendalaman lebih lanjut,” jelas AKBP Ferli Hidayat. Pihak kepolisian sangat menyesalkan kejadian tragis ini dan akan memproses tersangka sesuai dengan hukum yang berlaku. Kasus ibu pembunuh ini menjadi pengingat akan pentingnya kesehatan mental dan dukungan keluarga dalam mengatasi masalah.

Post navigation