Tindakan keji seorang pria di Kalimantan Timur (Kaltim) sungguh mencengangkan. Hanya karena diminta mencuci piring, pria tersebut tega melakukan aniaya ibu kandungnya sendiri hingga pingsan. Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah rumah di kawasan Samarinda pada hari Selasa, 13 Mei 2025, sekitar pukul 19.00 WITA. Pihak kepolisian setempat segera mengamankan pelaku setelah menerima laporan dari warga sekitar yang menyaksikan kejadian aniaya ibu tersebut.
Menurut keterangan dari Kompol Joni Setiawan, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Samarinda, pelaku yang diketahui berinisial RS (32 tahun) tega melakukan aniaya terhadap ibunya, seorang wanita lanjut usia bernama Siti (68 tahun), hanya karena masalah sepele. “Berdasarkan keterangan saksi dan korban, kejadian bermula ketika korban meminta pelaku untuk membantu mencuci piring setelah makan malam. Namun, pelaku justru marah dan melakukan kekerasan fisik,” jelas Kompol Joni saat memberikan keterangan pers di Mapolresta Samarinda, Rabu (14/5/2025).
Tindakan aniaya ibu yang dilakukan RS tidak hanya berupa bentakan atau makian, namun juga berupa pukulan dan tendangan ke beberapa bagian tubuh korban. Akibatnya, korban Siti mengalami luka memar dan bahkan sempat tidak sadarkan diri atau pingsan. Warga sekitar yang mendengar keributan dan melihat kejadian tersebut segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kejadian segera mengamankan pelaku RS dan memberikan pertolongan pertama kepada korban Siti. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Sjahranie Samarinda untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Kondisi korban saat ini dilaporkan stabil namun masih memerlukan observasi.
Kompol Joni menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan, apalagi yang dilakukan terhadap orang tua. “Pelaku RS akan dijerat dengan pasal tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegasnya. Pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku untuk mengetahui lebih lanjut motif di balik tindakan aniaya ibu yang dilakukannya. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya penghormatan dan kasih sayang terhadap orang tua serta bahaya dari perilaku kekerasan dalam keluarga.
