Kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang gadis remaja (ABG) menggemparkan Kota Bontang, Kalimantan Timur. Korban yang diketahui berinisial Bunga (16) (nama samaran), diduga menjadi korban pemerkosaan oleh dua orang pria setelah sebelumnya dicekoki minuman keras (miras).
Peristiwa tragis ini diduga terjadi pada Kamis malam, 10 April 2023, di sebuah rumah kontrakan di kawasan Bontang Utara. Kasus ini terungkap setelah korban melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak kepolisian pada Jumat dini hari, 11 April 2023.
Kronologi Kejadian (Berdasarkan Laporan Korban):
Menurut laporan korban kepada pihak kepolisian, pada Kamis sore, 10 April 2023, ia diajak oleh seorang temannya untuk datang ke sebuah rumah kontrakan. Di rumah tersebut, korban bertemu dengan dua orang pria yang kemudian menawarkan minuman keras. Korban yang diduga dalam kondisi tidak sadar setelah meminum miras, mengaku menjadi korban pemerkosaan oleh kedua pria tersebut.
Setelah kejadian, korban berhasil melarikan diri dari rumah kontrakan tersebut dan segera mencari pertolongan hingga akhirnya melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Bontang pada Jumat dini hari.
Tindak Lanjut Kepolisian:
Menerima laporan dari korban, Satreskrim Polres Bontang bergerak cepat melakukan penyelidikan. Tim Inafis juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah kontrakan yang diduga menjadi lokasi pemerkosaan.
AKBP Zulham Effendi, Kapolres Bontang, melalui konferensi pers yang digelar pada Jumat sore, 11 April 2023 di Mapolres Bontang, membenarkan adanya laporan kasus dugaan pemerkosaan tersebut. Pihaknya menyatakan bahwa saat ini polisi sedang melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku yang telah berhasil diidentifikasi.
“Kami telah menerima laporan dari korban dan saat ini tim sedang bekerja keras untuk menangkap kedua pelaku yang identitasnya sudah kami kantongi. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” ujar AKBP Zulham Effendi.
Pihak kepolisian juga telah melakukan visum terhadap korban untuk mendapatkan bukti-bukti medis yang mendukung laporan dugaan pemerkosaan. Kasus ini menjadi perhatian serius dan diharapkan kedua pelaku dapat segera ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
