Kaltim Dihantam Guncangan Gempa Magnitudo 6.5, Warga Dilanda Kekhawatiran

Warga di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) merasakan guncangan gempa yang cukup kuat pada Minggu pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kekuatan gempa mencapai magnitudo 6.5. Meskipun tidak berpotensi tsunami, guncangan gempa ini sempat membuat panik dan khawatir sebagian besar warga, terutama yang berada di wilayah pesisir.

Menurut informasi dari BMKG yang dirilis pada Minggu, 20 April 2025, pukul 09.15 WITA, pusat gempa berada di laut, sekitar 127 kilometer tenggara Bontang, Kalimantan Timur. Kedalaman gempa tercatat sekitar 10 kilometer. Meskipun pusat gempa berada di laut dan cukup jauh dari daratan, namun getarannya terasa cukup kuat di beberapa kota dan kabupaten di Kaltim, seperti Samarinda, Balikpapan, Bontang, dan Kutai Kartanegara.

“Kami mencatat adanya guncangan gempa dengan magnitudo 6.5 yang berpusat di laut tenggara Bontang. Meskipun cukup kuat, gempa ini tidak berpotensi tsunami karena kedalamannya yang relatif dangkal,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Bapak Anwar Efendi, S.Si., M.Si., saat memberikan keterangan melalui sambungan telepon.

Meskipun tidak berpotensi tsunami, guncangan gempa yang terjadi secara tiba-tiba ini membuat banyak warga panik dan berhamburan keluar rumah. Beberapa warga yang tinggal di bangunan bertingkat merasakan getaran yang lebih kuat dan memilih untuk keluar sebagai langkah antisipasi. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai adanya kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat guncangan gempa tersebut. Namun, pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) di masing-masing wilayah masih melakukan pemantauan dan pendataan.

Pihak kepolisian di wilayah-wilayah yang merasakan guncangan juga turut melakukan patroli dan memantau situasi pasca gempa. Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Samarinda, Komisaris Besar Polisi Ary Fadli, S.I.K., S.H., M.H., mengimbau kepada warga untuk tetap tenang dan tidak panik, namun tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Pihaknya juga meminta warga untuk mencari informasi yang akurat dari sumber-sumber resmi seperti BMKG dan BPBD.

BMKG juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan terus memantau informasi resmi terkait perkembangan situasi gempa. Jika terjadi gempa susulan, masyarakat diimbau untuk mengikuti prosedur keselamatan gempa bumi, seperti berlindung di bawah meja atau keluar rumah menuju tempat yang aman. Guncangan gempa ini menjadi pengingat bagi masyarakat Kaltim akan potensi bencana alam dan pentingnya kesiapsiagaan.

Post navigation