Kalimantan Barat kembali mencuri perhatian dunia dengan penemuan spesies baru kepiting unik yang memiliki tiga warna mencolok. Spesies baru ini, yang diberi nama Lepidothelphusa menneri, ditemukan di kawasan hutan Gunung Kelam, Kabupaten Sintang, pada awal tahun 2024. Penemuan ini merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan National University of Singapore.
Kepiting unik ini memiliki ciri khas yang sangat mencolok, yaitu kombinasi tiga warna yang kontras pada cangkangnya. Bagian kepala dan mata berwarna kuning cerah hingga oranye, bagian tengah berwarna cokelat tua hingga hitam keunguan, dan bagian belakang berwarna abu-abu pucat hingga biru cerah. Selain warnanya yang unik, kepiting ini juga memiliki bentuk capit yang asimetris, di mana capit sebelah kanan lebih kecil daripada capit sebelah kiri.
“Penemuan kepiting unik ini sangat menarik karena menunjukkan keanekaragaman hayati yang luar biasa di Kalimantan Barat. Kombinasi warna dan bentuk capitnya yang unik membuatnya menjadi spesies yang sangat istimewa,” ujar Dr. Daisy Wowor, peneliti BRIN yang terlibat dalam penemuan ini.
Kepiting unik ini memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil, dengan panjang sekitar 10 mm dan lebar 8,8 mm. Habitatnya berada di tepi anak sungai yang dangkal dengan substrat kerikil dan batu. Kepiting ini sering bersembunyi di balik serasah daun dan akar tumbuhan.
Penemuan spesies baru ini menambah daftar panjang keanekaragaman hayati di Kalimantan Barat. Namun, penemuan ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait konservasi spesies ini. Aktivitas perdagangan ilegal dan perburuan oleh kolektor menjadi ancaman serius bagi populasi kepiting unik ini.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menangkap atau memperdagangkan kepiting ini. Spesies ini dilindungi oleh undang-undang dan memiliki peran penting dalam ekosistem,” tegas Dr. Daisy Wowor.
Pemerintah daerah dan lembaga konservasi sedang bekerja sama untuk melindungi habitat kepiting ini dan memastikan kelangsungan hidupnya di alam liar. Penemuan Spesies kepiting 3 warna ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga kelestarian alam Kalimantan Barat.
