Kalimantan Timur kini tidak hanya dikenal sebagai pusat energi fosil, tetapi juga mulai bertransformasi menjadi pelopor penerapan energi terbarukan di sektor religi. Munculnya konsep Teknologi Surya yang diterapkan pada bangunan ibadah menjadi langkah nyata dalam mendukung visi Ibu Kota Nusantara (IKN) yang hijau. Salah satu masjid besar di wilayah ini telah berhasil mengintegrasikan panel surya pada atapnya, yang tidak hanya mengurangi biaya operasional listrik secara signifikan, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi para jamaah yang datang.
Penerapan panel pada atap masjid ini dirancang untuk menangkap paparan sinar matahari khatulistiwa yang melimpah di wilayah tersebut. Dengan bantuan Teknologi Surya, energi matahari diubah menjadi listrik yang digunakan untuk menyalakan lampu, sistem pendingin udara, hingga perangkat pengeras suara saat adzan berkumandang. Langkah ini sangat krusial mengingat konsumsi energi bangunan ibadah biasanya meningkat tajam selama bulan Ramadan akibat kegiatan ibadah yang berlangsung hampir 24 jam penuh, mulai dari salat tarawih hingga iktikaf.
Selain aspek efisiensi, penggunaan sistem ramah lingkungan ini mencerminkan konsep “Green Islam” yang sedang dipromosikan secara global. Pengelola masjid menyadari bahwa menjaga bumi adalah bagian dari iman, dan pemanfaatan Teknologi Surya adalah bentuk tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi. Material yang digunakan dalam pembangunan masjid ini pun dipilih yang memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca ekstrem namun tetap mampu menyerap panas dengan minimal, sehingga suhu di dalam ruangan tetap sejuk tanpa harus bergantung sepenuhnya pada AC.
Investasi awal untuk pemasangan infrastruktur energi matahari memang tergolong besar, namun manfaat jangka panjangnya sangat dirasakan oleh kas masjid. Dana yang sebelumnya dialokasikan untuk membayar tagihan listrik kini dapat dialihkan untuk kegiatan sosial, seperti santunan anak yatim atau penyediaan takjil gratis bagi warga sekitar. Keberhasilan implementasi Teknologi Surya di rumah ibadah ini diharapkan dapat memicu semangat bagi bangunan publik lainnya di Kalimantan Timur untuk mulai beralih ke sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
