Pembullyan Pelajar SMP Dipukul dan Tendang di Kaltim

Sebuah video yang memperlihatkan aksi pembullyan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kalimantan Timur (Kaltim) viral di media sosial dan menuai kecaman dari berbagai pihak. Dalam video tersebut, seorang pelajar SMP terlihat menjadi korban pembullyan pelajar oleh sejumlah temannya yang lain. Korban tampak dipukul dan ditendang beberapa kali oleh para pelaku. Insiden pembullyan pelajar ini diduga terjadi pada Jumat siang, 18 April 2025, di lingkungan sekolah yang berlokasi di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Pihak sekolah dan kepolisian setempat kini tengah melakukan investigasi terkait kasus ini.

Video pembullyan pelajar yang berdurasi beberapa detik tersebut memperlihatkan seorang pelajar yang mengenakan seragam SMP dikelilingi oleh beberapa pelajar lainnya. Tanpa alasan yang jelas, korban kemudian dipukul dan ditendang secara bergilir oleh para pelaku. Korban terlihat hanya bisa pasrah dan berusaha melindungi diri. Ironisnya, aksi kekerasan tersebut diduga direkam oleh salah satu pelaku atau saksi mata yang kemudian mengunggahnya ke media sosial. Sontak, video ini langsung menyebar luas dan mendapatkan banyak komentar negatif dari warganet yang geram dengan tindakan brutal para pelaku.

Menanggapi video viral tersebut, pihak sekolah SMP tempat kejadian diduga berlangsung выразил keprihatinannya dan berjanji akan segera mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku pembullyan pelajar jika terbukti bersalah. Kepala Sekolah SMP tersebut, Bapak Agus Wijaya (50 tahun), saat dikonfirmasi melalui telepon pada Jumat sore, menyatakan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan informasi dan akan segera memanggil pihak-pihak yang terkait, termasuk para siswa yang terlihat dalam video serta orang tua mereka.

Sementara itu, pihak kepolisian Sektor Tenggarong juga telah mengetahui adanya video viral pembullyan pelajar ini dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kapolsek Tenggarong, AKP Bambang Sudarsono, saat dihubungi menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengidentifikasi para pelaku dan korban. “Kami sangat menyayangkan terjadinya aksi pembullyan ini. Kami akan melakukan penyelidikan secara tuntas dan menindak tegas para pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya. Kasus pembullyan pelajar ini menjadi perhatian serius dan diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi seluruh siswa dan pihak sekolah untuk mencegah terjadinya tindakan serupa di kemudian hari.

Post navigation