Siswa SMA Buka Baju dan Tangan Guru, Dikeluarkan Kepsek

Sebuah insiden mengejutkan dan tidak terpuji terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Surabaya, Jawa Timur. Seorang siswa kelas XII IPS 1 berinisial RZ (17 tahun) melakukan tindakan tidak sopan dan melanggar tata tertib sekolah dengan membuka baju di dalam kelas dan menantang gurunya, Bapak Budi Santoso (42 tahun), saat jam pelajaran Sosiologi berlangsung. Akibat perbuatannya tersebut, RZ akhirnya dikeluarkan (drop out) dari sekolah oleh Kepala Sekolah, Ibu Dra. Siti Aminah, M.Pd.

Insiden siswa buka baju tantang guru ini terjadi pada Senin pagi, 7 April 2025, sekitar pukul 08.15 WIB, saat Bapak Budi Santoso sedang menjelaskan materi tentang perubahan sosial di kelas XII IPS 1 yang berlokasi di lantai 2 gedung Arjuna sekolah. Menurut keterangan dari sejumlah saksi mata, teman sekelas RZ, pelaku siswa buka baju tersebut tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya, melepaskan seragamnya, dan menghampiri meja guru sambil melontarkan kata-kata tantangan guru yang tidak sopan dan merendahkan.

Kronologi Kejadian Siswa Buka Baju dan Tantang Guru di SMAN 5 Surabaya:

  • Senin, 7 April 2025, sekitar pukul 08.15 WIB: RZ (17 tahun), siswa kelas XII IPS 1 di SMAN 5 Surabaya, melakukan tindakan membuka baju di dalam kelas saat jam pelajaran Bapak Budi Santoso (42 tahun).
  • Reaksi Guru dan Siswa Lain: Bapak Budi Santoso berusaha menenangkan RZ dan meminta siswa tersebut untuk kembali ke tempat duduknya serta mengenakan kembali seragamnya. Siswa lain di kelas juga kaget dan beberapa di antaranya merekam kejadian tersebut dengan ponsel mereka.
  • Tindakan Sekolah: Setelah kejadian, Bapak Budi Santoso melaporkan tindakan siswa buka baju tantang guru tersebut kepada Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Setelah melakukan penyelidikan dan memanggil RZ beserta orang tuanya pada Selasa pagi, Kepala Sekolah Ibu Dra. Siti Aminah memutuskan untuk mengeluarkan RZ dari sekolah sebagai bentuk sanksi atas pelanggaran berat tata tertib.

Kasus siswa buka baju tantang guru ini menjadi perbincangan hangat di kalangan siswa, dan orang tua murid di SMAN 5 Surabaya. Banyak yang menyayangkan tindakan tidak terpuji RZ dan mendukung keputusan tegas pihak sekolah sebagai bentuk pembelajaran bagi siswa lain serta menjaga kewibawaan guru.

Post navigation